foto

foto
foto

Kamis, 24 Maret 2011

Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

Catatan 22, Maret 2011

Kriptografi Simetris

Disebut sebagai algoritma simetris, karena dalam proses enkripsi dan dekripsinya menggunakan kunci yang sama. Algoritma enkripsi dan deskripsi bias merupakan algoritma yang sudah umum diketahui, namun kunci yang dipakai harus terjaga kerahasiaanya, dan hanya diketahui oleh pihak pengirim dan penerima saja. Kunci ini disebut sebagai private key. Sebelum berkomunikasi kedua pihak harus bersepakat lebih dahulu tentang kunci yang dipergunakan. Pendistribusian kunci dari satu pihak ke pihak lainnya memerlukan suatu kanal tersendiri yang terjagaan kerahasiaannya. Adapun proses kriptografi simetris dapat kita lihat pada Gambar
proses kriptografi simetris.jpg

Algoritma kunci simetris memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yakni:
Kelebihan :
  1. Waktu proses untuk enkripsi dan dekripsi relatif cepat, hal ini disebabkan karena efisiensi yang terjadi pada pembangkit kunci.
  2. Karena cepatnya proses enkripsi dan dekripsi, maka algoritma ini dapat digunakan pada sistem secara real-time seperti saluran telepon digital.
Kekurangan :
  1. Untuk tiap pasang pengguna dibutuhkan sebuah kunci yang berbeda, sedangkan sangat sulit untuk menyimpan dan mengingat kunci yang banyak secara aman, sehingga akan menimbulkan kesulitan dalam hal manajemen kunci.
  2. Perlu adanya kesepakatan untuk jalur yang khusus untuk kunci, hal ini akan menimbulkan masalah yang baru karena tidak mudah u menentukan jalur yang aman untuk kunci, masalah ini sering disebut dengan “Key Distribution Problem”.
  3. Apabila kunci sampai hilang atau dapat ditebak maka kriptosistem ini tidak aman lagi.
Contoh skema enkripsi kunci simetrik adalah :
a. DES (Data Encryption Standard)
b. IDEA (International Data Encryption Algorithm)
c. FEAL

Contoh dari algoritma kriptografi simetris adalah Cipher Permutasi, Cipher Substitusi, Cipher Hill, OTP, RC6, Twofish, Magenta, FEAL, SAFER, LOKI, CAST, Rijndael (AES), Blowfish, GOST, A5, Kasumi, DES dan IDEA.

sumber:
http://www.ittelkom.ac.id/library/index.php?view=article&catid=11%3Asistem-komunikasi&id=379%3Asistem-kriptografi&option=com_content&Itemid=15
http://sandi.math.web.id/?p=10

Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

22 Maret 2011
Kriptografi Mesin Enigma


Sejarah Enigma

Pada perang dunia kedua, Jerman menggunakan enigma atau juga disebut dengan mesin rotor yang digunakan Hitler untuk mengirim pesan ke tentaranya. Jerman sangat percaya pesan yang dikirim melalui enigma tidak terpecahkan kode-kode enkripsinya. Tapi anggapan itu keliru,setelah bertahun-tahun sekutu dapat memecahkan kode-kode tersebut setelah mempelajarinya. Setelah Jerman mengetahui kode-kode tersebut terpecahkan, maka enigma yang digunakan pada perang dunia kedua, berberapa kali mengalami perubahan.

Enigma yang digunakan Jerman bisa mengenkripsikan satu pesan mempunyai 15 Miliyar-Miliyar kemungkinan untuk dapat mengdekripsikan satu pesan. Dan dari kemungkinan tersebut Jerman tidak percaya pesan yang dikirim melalui enigma tersebut bisa dipecahkan. Tapi kenyataanya bisa didekripsikan oleh pihak sekutu.

KOMPONEN MESIN ENIGMA
Mesin Enigma terdiri dari 5 komponen utama, yaitu :

# Rotor –> bagian terpenting dari enigma. Berdiameter sekitar 10cm berupa piringan yang terbuat dari karet yang keras  dengan deretan kuningan yang berisi pin – pin yang menonjol yang berbentuk bundar. Sebuah rotor menunjukkan sebuah enkripsi yang sederhana, 1 huruf di enkripsi menjadi huruf lainnya. Hasil enkripsi akan menjadi lebih rumit jika menggunakan lebih dari 1 rotor.

# Penggerak Rotor –> untuk menghindari chiper yang sederhana, beberapa rotor harus diputar berdasarkan penekanan sebuah kunci. Hal ini dilakukan untuk memastikan kriptogram yang dibuat merupakan sebuah transformasi perputaran rotor yang menghasilkan poloponik chiper. Alat yang paling banyak digunakan untuk penggerakan rotor tersebut adalah mekanisme roda bergigi dan penggeraknya. Penggerak roda memutar rotor sebanyak 1 karakter ketika sebuah huruf diketikkan pada papan kunci.

# Reflector –> digunakan untuk memstikan sebuah huruf tidak dikodekan pada dirinya sendiri dan untuk menjadikan mesin ini reversible (jika sebuah huruf dienkripsi, hasil enkripsi huruf tersebut adalah huruf semula). Reflector hanya terdiri dari 13 pasang huruf yang susunannya acak.

# Papan Steker –>digunakan untuk menukar 2 buah huruf dan untuk meningkatkan keamanan dari pesan rahasia mesin enigma. Sebelum masuk ke proses penyandian, huruf yang telah ditentukan pertukarannya akan di ubah dipapan ini.

# Kotak Enigma –> digunakan untuk menyimpan semua perlengkapan dari mesin ini. Biasanya kotak ini dapat menampung 10 buah rotor, papan steker, dan papan ketik.


CARA KERJA MESIN ENIGMA
Mesin enigma bekerja berdasarkan perputaran rotor – rotor yang ada. Ketika sebuah huruf diketikkan di papan panel, urutan kerjanya :
1. Majukan rotor kanan sebanyak 1 huruf. Huruf yang diketikkan masuk ke rotor paling kanan dan pada rotor ini dicari padanan pada rotor kedua. Setelah itu masuk ke rotor kedua.
2. Pada rotor kedua, huruf hasil padanan dari rotor pertama dicari padanannya untuk rotor ketiga.
3. Pada rotor ketiga, dicari padanan untuk reflector.
4. Setelah masuk ke reflector, dicari pasangan huruf tersebut pada reflector, dan hasil pada reflector dikembalikan kepada rotor ketiga, kedua, kesatu, dan hasilnya menghasilkan huruf enkripsi.

sumber:
http://belajarsandi.blogspot.com/2008/11/mesin-enigma.html
http://lia1488.wordpress.com/2009/03/11/enigma-chiper/
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_Enigma

Senin, 21 Maret 2011

desain dan perancangan Jaringan


 catatan tanggal 18 maret 2011
Media Transmisi Jaringan
JENIS-JENIS KABEL

salah satu media penghubung jaringan adalah kabel. Banyak sekali jenis-jenis kabel yang kita ketahui, pada kenyataannya terdapat beberapa jenis kabel yang dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

Kabel Twisted Pair

Kabel twisted pair terbagi dalam dua jenis, yakni Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP).

-Kabel twisted pair terdiri dari sepasang atau lebih dua kawat tembaga yang  dipilin untuk mentransmisi sinyal.
-Kabel ini sering digunakan untuk kabel telekomunikas
-Beberapa kawat tembaga yang dilalui sinyal yang diletakkan sejajar dalam jarak  yang dekat akan saling menginterferensi satu sama lain.
- Peristiwa semacam ini disebut crosstalk.
- Untuk mengurangi crosstalk dan interferensi yang berasal dari luar maka kawat  tersebut di twist yaitu di pilin dengan membentuk helix.
- Pemilinan kabel ini menghilangkan interferesi yang terjadi sekaligus melindungi kabel dari noise yang berasal dari luar.
Sheilded Twisted Pair (STP)

- Satu-satunya perbedaan antara shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted  pair (UTP) adalah STP memiliki shield (pelindung) dari aluminium / poliester / metal braid yang dililitkan antara bungkus luar dan kawat.
-    4 pasang kawat yang dikombinasikan dengan pelindung dan berupa kawat anyaman.
-    Jika pelindung ini dihubungkan ke tanah dgn benar maka pelindung ini akan menangkal interferensi electromagnet
-    Hambatannya 150-Ohm
-    Mengurangi terjadinya crosstalk EMI dan RFI
-    Menghasilkan proteksi terbesar yang berlawanan dengan semua type interference external dari UTP.
Kabel shielded Twisted Pair (STP) memiliki karakteristik sbb:

- Biaya : cukup mahal, lebih mahal daripada UTP dan kabel koaksial tapi lebih murah  daripada kabel serat optik.
-Instalasi : cukup sulit, lebih sulit daripada UTP karena diameternya lebih besar  daripada UTP dan lebih padat. Perlu membuat sambungan listrik ke tanah .
- Kapasitas bandwidth : Secara teori mampu melayani hingga 500 Mbps untuk tiap 100 meter panjangnya. Kenyataan dilapangan kecepatannya hingga 16 Mbps.
-Kapasitas node : tidak ditentukan oleh kabel tapi ditentukan oleh hub terpasang.batas pemasangan maksimal sampai 75 node.
-Redaman : sama dengan UTP
- IEM : interferensi berkurang karena memiliki shield.

Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik.
Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.

Kategori
Kegunaan
Category 1 (Cat1)
Kualitas suara analog
Category 2 (Cat2)
Transmisi suara digital hingga 4 megabit per detik
Category 3 (Cat3)
Transmisi data digital hingga 10 megabit per detik
Category 4 (Cat4)
Transmisi data digital hingga 16 megabit per detik
Category 5 (Cat5)
Transmisi data digital hingga 100 megabit per detik
Enhanced Category 5 (Cat5e)
Transmisi data digital hingga 250 megabit per detik
Category 6 (Cat6)

Category 7 (Cat7)


-          Jika menggunakan kabel cat6 (giga) maka sebaiknya NIC, computer, switch juga berkecepatan giga bit
-          Konektornya RJ 45 untuk cat 6
-          Karena hanya diperbolehkan panjang kabel 100m maka untuk menyambungnya dibutuhksn switch persegmen. Maksimal 500m











Keterangan Warna
OP : Oranye Putih
O : Oranye
HP : Hijau Putih
H : Hijau
BP : Biru Putih
B : Biru
CP : Cokelat Putih
C : Cokelat


Komponen penghubung Unshielded Twisted Pair

Untuk menghubungkan kabel ke PC atau ke Konsentrator, kita dapat menggunakan jack dan konektor RJ-45, yaitu sebuah konektor yang berisi 8 pin seperti terlihat pada gambar berikut. Sedangkan kabel kategori 1 dan 2 yang digunakan pada system jaringan telepon menggunakan konektor jenis RJ-11



Kabel Coaxial

Kabel Coaxial terdiri dari core yang dibuat dari tembaga berfungsi untuk mengirimkan data, dibungkus oleh Teflon yang merupakan isolator dalam, yang berfungsi sebagai pelindung dan grounding dari pengaruh interfrensi luar dan dibungkus oleh isolataror luar yang berupa kulit kabel.

Kabel Coaxial memiliki karakteristik sbb :

- Biaya : relatif tidak mahal, koaksial yg tipis lebih murah daripada STP atau UTP
Cat 5. Sedangkan koaksial yg tebal lebih mahal tapi masih lebih murah dari pada
serat optic.
- Instalasi : relatif mudah dan sederhana.
- Kapasitas Bandwidth : 10 Mbps
- Kapasitas Node : 30 node
- Redaman : lebih kecil daripada twisted pair. Kabel koaksial sanggup mentransmisi
sinyal ribuan meter.
- IEM : Mudah terserang IEM dan penyadapan. Tapi koaksial yg dibungkus memiliki
daya tahan terhadap efek IEM lebih baik.


Kabel Coaxial terdiri dari beberapa jenis, diantaranya :

Thin ( Thinnet)

Kabel thinnet merupakan kabel coaxial berukutan 0.25 inch, memiliki kemampuan transfer data dengan jarak maksimal 185 meter. Lebih dari jarak tersebut sinyal data akan melemah. Thinnet termasuk dalam keluarga RG-58 dan memiliki empedansi 50 ohm. Perbedaan utama jenis kabel coaxial pada keluarga RG-58 terletak pada kabel tembaga yaitu jenis stranded copper ( helaian tembaga) atau solid copper ( tembaga padat).









Thick ( Thicknet),

Kabel thicknet merupakan kabel coaxial yang lebih keras dan berdiameter kira-kira 0. inch, core yang dimiliki thicknet lebih tebal disbanding dengan core thinnet. Thicknet dapat membawa data lebih jaru disbanding dengan thinnet. Thicknet mampu sinyal sepanjang 500 meter. Karena memiliki kemampuan membawa data dengan jarak yang lebih jauh. Biasanya thicknet digunakan sebagai backbone untuk menghubungkan beberapa jaringan kecil berbasis thinnet


Komponen penghubung kabel Coaxial

Kabel Thinnet dan Thicknet menggunakan komponen penghubung yang disebut BNC ( British Naval Conector) untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer. Konektor BNC terdiri dari beberapa jenis, diantaranya:

Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optik berfungsi untuk mentransfer data dalam bentuk cahaya. Fiber optic tidak terpengarush interfrensi dan frekuensi-frekuensi liar yang mungkin ada di sepanjang jalur instalasi. Hal ini berarti kabel fiber optik tidak bisa disadap dan data tidak tercuri. Kejadian tersebut bisa terjadi pada jenis kabel berbasi tembaga yang membawa data dalam bentuk sinyal elektronik. Fiber optic sangat baik digunakan untuk jaringan berkecepatan tinggi (100 Mbps sampai 1 Gbps), berkapasitas besar karena tidak melemahkan sinyal. Kabel optic terdiri dari sebuah silinder tipis dari bahan gelas yang dikenal dengan istilah core. Dibungkus oleh sebuah lapisan konsentris yang dikenal denga istilah cladding. Fiber terkadang dibuat dari plastik. Plastic lebih mudah untuk dipasang. Tatapi jangkuan pulsa cahayannya tidak dapat sejauh jika menggunakan bahan gelas.
Hanya ada 2 kabel (2 core) yaitu:
-          Transmit
-          Receive
Jenis kabel Fiber Optic
-          Multi mode, yaitu bisa melewatkan banyak data panjang max 400m
-          Single mode, yaitu bisa melewatkan hanya 1 data panjang 70km max
Ukuran core
-          62,5 mikron/125 untuk multi mode
-          90 mikron/125 untuk single mode
Cara menyambung fiber optic adalah splice sing dan terminasi
2 jenis terminasi:
-          Polish, yaitu menggunakan lem
-          Pre polish, yaitu tanpa harus di lem, bisa dibongkar pasang rekomendasi hanya 2 kali bongkar pasang

Fiber Optik memiliki karakteristik sbb :

- Biaya : membutuhkan biaya investasi yg besar.
- Instalasi : relatif sulit
- Kapasitas bandwidth : 2 Gbps
- Redaman : paling rendah
- Tidak dipengaruhi oleh interferensi eletromagnetik (IEM)
Perbandingan antara serat optik dengan kabel tembaga
- Bandwidth serat optik jauh lebih besar dibanding tembaga
- Pada serat optik atenuasinya rendah maka pada jarak 30 Km memerlukan repeater
sedangkan tembaga repeater pada jarak 5 Km.
- Serat optik tidak akan mengalami kebocoran dan sangat sulit untuk disadap.

Komponen penghubung kabel Fiber Optic

Kabel Fiber Optic menggunakan komponen penghubung untuk membuat hubungan antar kabel dan Komputer terdiri dari beberapa jenis, antaranya seperti gambar dibawah ini:



Selasa, 15 Maret 2011

desain dan perancangan Jaringan

catatan tanggal 11 maret 2011

Penjelasan dari Datasheet switch AT-9424Ts/xp 
mau lihat datasheetnya lihat aja disini:
http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.alliedtelesis.com%2Fmedia%2Fdatasheets%2F9424ts-xp_ds_h.pdf&rct=j&q=datasheet%20switch%20AT-9424Ts%2Fxp%20&ei=_nt_TbbCE4LwrQfZkv2-Bw&usg=AFQjCNE5U93xBP0ye03lboJaJI6pJciZtw&cad=rja


·         Switch mendukung 3 layer
·         Switch punya stacking module expansion by 48 Gbps
·         Hanya 20 port yang bisa digunakan untuk UTP
·         4 lagi digunakan combo port (untuk modul fiber optic)
·         Battle neck adalah gangguan lalulintas
·         Layer 3 support
-          RIPV2 (protocol routing dynamic)
-          Static Routing
-          ECMP (protocol routing dynamic)
·         Mendukung VLAN (virtual LAN)
·         Layer 2-4 adalah intelegence
-          Menggabungkan berdasarkan MAC, IP,TCP/UDP layers
·         Security
-          Dos attack protection
-          Radius (radial acces dial up service)
-          Port security (bisa mematikan port yang tidak berguna)
-          SSH/SSL
-          IEEE 802,1x (keamanan Ethernet)
·         Resielency
-          STP adalah Spaning Tree Protocol
-          Link agrenetion adalah penggabungan jaringan
·         Management
-          CLI (Command Line Interface)
-          Telnet
-          Web GUI

Desain dan Analisis Keamanan Jaringan

catatan tanggal 15 maret 2011
Makalah Kelompok 2

A.    Vigenere Cipher

a.    Sejarah

Ditemukan oleh Giovan Battista Bellaso pada tahun 1553 dalam bukunya La cifra del Sig. Giovan Battista Bellaso. Kemudian Blaise de Vigenère pada abad ke 19 mempublikasikan temuan serupa dengan tambahan autokey, dan kemudian cipher ini disebut Vigenère cipher karena kesalahan sejarah
·         Cipher ini pertama kali dipecahkan oleh Charles Babbage, tetapi tetap dijaga kerahasiaannya untuk tujuan militer.
·         White space, karakter numerik serta karakter khusus seperti ^ , % dll diabaikan tetapi bukan dihapus

b.   Pengertian

Vigenere cipher adalah salah satu jenis kriptografi klasik yang pada dasarnya adalah melakukan substitusi cipher abjad majemuk (polyalphabetic substitution), yaitu mengubah plaintext dengan kunci tertentu  biasanya berupa sebuah kata atau kalimat yang berulang sepanjang plaintext sehingga didapatkan ciphertext. Tetapi salah satu kelemahan dari cipher ini adalah ia mudah diserang dengan metode Kasiski untuk mengetahui panjang huruf yang digunakan sebagai kunci. Untuk lebih memperkuat cipher ini, banyak modifikasi dilakukan oleh para peneliti. Salah satu cara yang saya ajukan sebagai tugas makalah ini adalah Vigenere cipher dengan metode pembangkitan kunci dengan menggunakan bilangan euler. Pada dasarnya, metode ini adalah sebuah cara untuk mendapatkan suatu kunci berbentuk acak yang digenerate dari perkalian matematis antara kunci yang dimasukkan dengan bilangan Euler. Diharapkan dengan metode ini, kunci yang dihasilkan untuk Vigenere cipher menjadi lebih panjang dan acak sehingga akan menyulitkan kriptanalisis untuk menyerang dengan metode Kasiski maupun dengan analisis frekuensi.
Pembangkitan kunci ini menggunakan perkalian secara matematis dengan bilangan Euler kemudian setiap angka hasil perkalian akan dikelompokkan sesuai dengan panjang digit dari kunci. Untuk lebih jelasnya, sebuah kunci yang dibentuk dari sebuah kata kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk angka. Angka tersebut dikalikan dengan bilangan Euler sesuai dengan panjang yang diinginkan kemudian didapatkan angka hasil perkalian yang selanjutnya digunakan sebagai kunci.
c.    Proses Enkripsi dan Dekripsi Vigenere Cipher

1.      Enkripsi
Pembentukan Tabel:

ü  Susun alphabet A..Z pada baris 1
ü  Baris  2 terjadi 1 kali pergeseran (shifting).                
ü  Baris 3 terjadi 2 kali pergeseran. 
  
ü  Demikian hingga baris terakhir terjadi 25 kali pergeseran.

ü  Buatlah alphabet di atas dan di kanan sebagai penunjuk
Key Generation

ü  Panjang kunci  <=  panjang pesan.
ü  Jika panjang kunci < Message length, kunci baru dibentuk dengan menulis alphabet kunci secara berulang hingga panjang kunci = panjang message.

2.      Dekripsi

ü  Tempatkan alphabet kunci pada sisi kiri tabel berdasarkan baris.
ü  Telusuri sepanjang baris tersebut hingga  ditemukan alphabet ciphertext.
ü Index kolom lokasi alphabet ciphertext berada merupakan alphabet plaintext
d.      Contoh Enkripsi dan Dekripsi vigenere cipher
1.      Enkripsi
Misalnya:
Key           : BLOG
Pesan         : RASAMAUTAU
Keyword
B
L
O
G
B
L
O
G
B
L
Plaintext
R
A
S
A
M
A
U
T
A
U




Bisa kita lihat key di atas diulang-ulang sehingga memiliki panjang yang sama dengan pesan.

ü  Berdasarkan kolom, temukan alphabet plaintext pada sisi atas tabel.

ü  Berdasarkan baris, temukan alphabet kunci pada sisi kiri tabel.

ü  Ciphertext dihasilkan dengan mengintersek baris dan kolom tersebut
ü  Hal yang sama dilakukan untuk alphabet plaintext dan kunci berikutnya
ü  Dan cara yang sama untuk huruf berikutnya
ü  Maka diperoleh ciphertex
RASAMAUTAU = SLGGNLIZBF
2.      Dekripsi
Untuk mendekripsi ciphertex tersebut tinggal kita masukkan kembali kedalam table alphabet tersebut

B.     Hill Chiper

a.       Sejarah

Pada tahun 1929 salah satu polyalphabetic cryptosystem dan block cipher yang disebut dengan Cipher Hill diperkenalkan oleh Lester S. Hill (Stinson, 1995). Cipher ini termuat dalam papernya “Cryptography in Algebraic Alphabet” pada prosiding American Mathematical Monthly, 36, Juni-Juli 1929. Teknik kriptografi ini diciptakan dengan maksud untuk dapat menciptakan cipher (kode) yang tidak dapat dipecahkan menggunakan teknik analisis frekuensi. Hill Cipher tidak mengganti setiap abjad yang sama pada plaintext dengan abjad lainnya yang sama pada ciphertext karena menggunakan perkalian matriks pada dasar enkripsi dan dekripsinya.

b.      Pengertian

Hill Cipher merupakan penerapan aritmatika modulo pada kriptografi. Teknik kriptografi ini menggunakan sebuah matriks persegi sebagai kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Hill Cipher yang merupakan polyalphabetic cipher dapat dikategorikan sebagai block cipher  karena teks yang akan diproses akan dibagi menjadi blokblok dengan ukuran tertentu. Setiap karakter dalam satu blok akan saling mempengaruhi karakter lainnya dalam proses enkripsi dan dekripsinya, sehingga karakter yang sama tidak dipetakan menjadi karakter yang sama pula. Hill Cipher termasuk kepada algoritma kriptografi klasik yang sangat sulit dipecahkan oleh kriptanalis apabila dilakukan hanya dengan mengetahui berkas ciphertext saja. Namun, teknik ini dapat dipecahkan dengan cukup mudah apabila kriptanalis memiliki berkas ciphertext dan potongan berkas plaintext. Teknik kriptanalisis ini disebut known-plaintext attack.

C.     Proses Enkripsi dan Dekripsi Hill Cipher

Secara singkat, Cipher Hill dapat dijelaskan sebagai berikut. Diberikan m bilangan bulat positif, didefinisikan P = C = (Z26 )m dengan P adalah himpunan plainteks dan C adalah himpunan cipherteks. Ide dari algoritma Cipher Hill adalah untuk membuat m kombinasi linear dari m karakter alfabetik di dalam satu elemen plainteks, sehingga dihasilkan m karakter alfabetik sebagai elemen dari cipherteks.
                                           
Misalnya Diambil m = 2, maka dapat dituliskan elemenelemen dalam bentuk  x = (x1 x2 ) dan elemen-elemen cipherteks sebagai  y = (y1 y2 ) . Dalam hal ini y1 dan y2 ditentukan sebagai kombinasi linear dari x1 dan x2 .
Sebagai contoh:

y1 = 11x1 + 3x2
y2 = 8x1 + 7x2

Maka kombinasi linear di atas dapat dituliskan dalam notasi persamaan matriks sebagai berikut:
 =  

1.      Enkripsi
Proses enkripsi pada Hill Cipher dilakukan per blok plaintext. Ukuran blok tersebut sama dengan ukuran matriks kunci. Sebelum membagi teks menjadi deretan blok-blok, plaintext terlebih dahulu dikonversi menjadi angka, masing-masing sehingga A=0, B=1, dan Z = 25.

Diberikan K adalah himpunan matriks-matriks persegi. Cipher Hill mengambil matriks KÎK berukuran mxm yang invertibel dalam  26 sebagai kunci. Untuk  ( x1 x2….xm ) Î P dan K Î K, maka dihitung y = ek(x) = (y1 y2……ym).
sebagai berikut:
                 

Dengan kata lain, y = Kx .

2.      Dekripsi

Untuk fungsi dekripsinya diturunkan dari formula di atas, karena y = Kx , jika K-1 ada, maka dengan mengalikan kedua ruas dengan K-1 didapatkan:
K-1y = K-1(Kx)
        =(K-1K) x
        =Imx
        =x
Jelas bahwa setiap fungsi enkripsi K e haruslah merupakan fungsi injektif (satu-satu), sebab jika tidak, maka proses dekripsi tidak akan bisa dikerjakan tanpa hasil yang ambigu. Sebagai contoh, jika y= ek(x2)  dengan x1 ¹ x2 , maka penerima pesan tidak tahu apakah y harus didekrip ke x1 atau x2 .

c.       Contoh Enkripsi dan Dekripsi Hill cipher
Misalkan Alice mengambil kunci:
K =
Misalkan pesan yang akan dienkripsi adalah “july”, maka didapatkan dua elemen dari plainteks untuk dienkripsi, yaitu (9 20)T berkorespondensi dengan “ju” dan (11 24)T berkorespondensi dengan “ly”. Perhitungan enkripsinya adalah sebagai berikut:

            =  =
Dan
             =  =

(11 x 9) + (8 x 20) = 259 mod 26 = 25
(  3 x 9) + (7 x 20) = 167 mod 26 = 11
(11 x 11) + (8 x 24) = 313 mod 26 = 1
(  3 x 11) + (2 x 24) = 201 mod 26 = 19

Jadi, didapatkan cipherteks dari plainteks “july” adalah 25-11-1-9 atau “ZLBT”. Jadi Alice mengirim “ZLBT” kepada Bob. Untuk mengetahui pesan yang sesungguhnya, Bob perlu mendekripsi. Proses dekripsinya, Bob menghitung:

             =

Dan
                         =

(  7 x 25) + (18 x 11) = 373 mod 26 = 9
(23 x 25) + (11 x 11) = 696 mod 26 = 20
(  7 x  1) + (18 x 19) = 349 mod 26 = 11
(23 x  1) + (11 x 19) = 232 mod 26 = 24

yang menghasilkan pesan 9-20-11-24 atau “july”.

d.      Kesimpulan
1.      Hill Cipher adalah algoritma kriptografi klasik yang sangat kuat dilihat dari segi keamanannya.
2.      Matriks kunci Hill Cipher harus merupakan matriks yang invertible. Semakin besar suatu matriks kunci maka semakin kuat juga segi keamanannya
3.      Hill Cipher kuat dalam menghadapi ciphertext-only attack namun lemah jika diserang dengan knownplaintext attack.